Pages

Monday, July 23, 2012

Three Special Person

Magical Ramadan, day 3

Kemarin, untuk pertama kalinya setelah sekian lama saya absen untuk hal yang satu ini, tiba-tiba ada semacam dorongan dan keinginan yang kuat dari dalam diri saya untuk kembali pergi ke gereja. Saya merasa memang saya tidak akan sanggup untuk berjalan sendiri, dengan kekuatan yang saya miliki tanpa bergantung dan percaya pada tangan-tangan Tuhan. Lalu saya mengikuti Misa Minggu pagi. Entah, ini seperti sebuah kebetulan yang sengaja dipersiapkan Tuhan untuk saya, hari Minggu kemarin, gereja Katolik (khususnya Keuskupan Agung Jakarta) mengambil tema "Novena Ekaristi". Bukan pas hari pertama, karena sudah masuk hari keempat, tetapi saya bersyukur bahwa momen ini sepertinya Tuhan ingin mengingatkan saya bahwa selalu ada Dia yang tak pernah meninggalkan saya. Diri saya menjadi lebih baik ketika saya berdoa dan menyerahkan semua yang terjadi dalam hidup kepada-Nya. Saya percaya, bahwa Tuhan akan berperkara dan menyelesaikannya untuk saya. Ada semacam "tanda" yang hati saya rasakan selama Misa, bahwa tak lama lagi Tuhan akan menghadirkan sesuatu hal yang baik.

Tiga (atau bisa empat) orang yang secara khusus akan saya doakan, karena sedikit atau banyak telah berperan dalam membentuk saya seperti sekarang ini.

1. Mas Adi. Iya, nama kamu masih tetap akan ada dalam list doa-doa saya. Saya tidak tahu mengapa saya begitu bersyukur karena kehadiranmu. Namun, yang saya tahu kamulah seseorang yang membuat saya belajar tentang banyak hal. Memang tak selalu hal-hal yang manis, sedikit banyak peristiwa pahit pernah saya hadapi dan belajar karenamu. Tentang arti bersyukur, mencintai seseorang dengan tulus, kehilangan, dan bangkit dari keterpurukan. Saya menikmati semua proses melepaskan, merelakan, dan segala hal-hal baik yang mampu menjadikan saya kuat berdiri hingga saat ini. Saya menyayangi kamu. Terimakasih karena Tuhan sudah mengirim dirimu untuk membantu saya menemukan diri sendiri. Terimakasih... Terimakasih... Terimakasih...

2. Indra. Saya memang harus bersyukur dan berterimakasih karena kehadiranmu. Setelah beragam drama demi drama yang berkepanjangan dan tak sedikit adu argumen. Lelah? Pasti. Namun, terimakasih sudah menjadi bagian dari salah satu sahabat terdekat saya. Maaf untuk 2,5 tahun yang lalu kita hampir pasti seperti Tom and Jerry, terkadang bisa akur, tapi di satu waktu kembali berselisih untuk waktu yang lumayan lama. Maaf karena pernah mengecewakanmu. Tetapi yang saya tahu pada akhirnya kita memang digariskan untuk menjadi dua orang sahabat. *lebih tepat kalau dibilang "saling menghancurkan" ya, Nyet?* Terimakasih untuk waktu-waktunya kemarin ketika saya menghadapi saat-saat yang cukup berat. Terimakasih untuk kedua kuping yang saya tahu pasti sudah bosan dengerin curhatan dan kegalauan saya. Hahaha... tak sedikit juga aib atau sampahnya saya. Entahlah, kamu seperti mengenal saya lebih baik. Terimakasih... Terimakasih... Terimakasih...

3. Orangtua saya, Bapak dan Ibu. Dua orang yang sangat berarti untuk saya. Membentuk, mendidik, dan memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan. Saya tahu, mereka berjuang yang terbaik karena saya pernah merasa kekurangan. Bapak yang mengajarkan saya untuk terus berusaha dan maju meraih apa yang saya cita-citakan. Bapak yang tidak pernah lelah untuk bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya. Ketekunan dan kesabarannya membuat keluarga kami sampai pada keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. -- Ibu, buat saya tetap menjadi orang nomor satu dalam hati saya. Ibu yang selalu disiplin pada kedua anaknya. Ibu yang mengajarkan untuk tetap bersyukur, menerima dan tidak dendam meski sekitar kami pernah ada untuk memandang sebelah mata. Ibu yang dengannya saya merasa bangga karena boleh hadir ke dunia melalui perantaraan rahim sucinya. Saya tahu, kedua orangtua kami adalah malaikat-malaikat yang dikirim Tuhan untuk menemani kami bertumbuh kembang. Kedua orangtua yang selalu memastikan bahwa anak-anaknya selalu memperoleh yang terbaik, sebisa yang mampu mereka beri dan usahakan. Terimakasih, Tuhan... Terimakasih... Terimakasih...

 

===========

Jakarta, 23 Juli 2012. Saya yang dipenuhi rasa syukur.

2 comments:

  1. Hahahaha monyet,....bisa aja lo.... dpt piala oscar dehhhh..... sama2 nyet.... thx u jg dah bisa kenal sama lo..... #amintabba #bikku gaulll

    ReplyDelete
  2. hahaha... eh, dia nongol. gelut aja yok, yet! #lah :))

    ReplyDelete

Kembang Api

Taman kota dan lalu lalang pekerja ibukota selepas jam kerja. Dia senang sekali mengamati manusia-manusia yang melintas di depannya. Suara k...