Pages

Thursday, May 27, 2010

Sesosok Kau untuk Sekeping Hatiku... (inspired by true story)

terima kasihku untuk seseorang hingga bisa aku buat cerita ini..

***

Sudut ruangan tak bertuan, di pertengahan bulan April
Aku secara tidak sengaja membuka kembali arsip surat-surat elektronik yang aku kirim dan terima, aku menemukan sebuah surat yang dulu pernah dikirimkan untuk seseorang yang begitu berarti buat diriku, mungkin sampai saat ini. Kuingat, surat itu ditulis ketika hubungan ku dan dia mulai renggang bahkan boleh dikatakan sedang dalam titik terendah sepanjang perjalanan hubungan kita berdua. Entah, tiba-tiba aku bisa menulis surat yang menurut aku begitu indah ketika aku membaca kembali berulang-ulang. Inikah sebenarnya apa yang aku rasakan? Ini sedikit petikan surat tersebut.

Friday, May 21, 2010

Dear Lovely, Selamat Pagi...

Dear lovely, tahukah kamu, kalimat apa yang saat ini sedang bermain dan terus berada dalam arena bermain otakku? SELAMAT PAGI... ya, kalimat itu.
Dear lovely, rasanya tak pernah diri ini merasa bosan untuk mengatakan kalimat tersebut. sudah menjadi kebiasaanku mungkin.
Dear lovely, ditemani teh atau secangkir kopi, mari kita bersama membuka hari.

Inikah Cinta?



aku terlempar dalam kesunyian,
hanya ada aku dan dia...
bukankah hanya perlu dua aksara
melengkapi kata menjadi genap

ia memegang tangan ini kuat-kuat
menyandarkan beban tubuhnya dibahu
ia memelukku...

aku seperti tersengat arus listrik
tapi malah semakin lekat.
tak bisa lepas... atau tak mau?

aku tak pernah bisa melukiskan
sosok dirinya hari itu
setiap patah kata menjadi lumpuh
kehilangan makna

ataukah aku telah kehilangan logika
dan mengganti dengan sesuatu
yang orang sebut sebagai perasaan?
inikah cinta?

dihadapannya aku luluh
seperti kayu yang dilalap nyala api
menjadi abu...
aku tak juga beranjak pergi
hanya terpaku

hanya sanggup memandang dirinya
sesekali mata ini saling beradu pandang

hening...
menghias kalimat tanpa kata
terdengar indah dengan caranya...




*****
Edutria | Jakarta, 17 Maret 2010
aku sepertinya jatuh cinta...

untuk seorang Kecilku, entah mengapa sejak aku menghabiskan waktu bersama denganmu, aku bahagia. Atau aku telah jatuh cinta, ketika tak bisa kuungkap lagi semua perasaan yang bergejolak dalam hati...

Terima Kasih, Cinta...

tak ada alasan untuk membencimu,
sama seperti tak ada alasan untuk tetap bertahan mencintaimu
kau tetap sama
kini kubiarkan kau terbang

tlah cukup rasanya aku
terus terikat dengan masa lalu
biarkan aku bangkit
dan terus berlari
menembus langit malam ini
mencari hati untuk disinggahi

dan kau,
tetap dalam hati dan kenanganku
takkan kuhapus itu.
meski mengingatmu
kadang membuka luka
dibeberapa bagian kisah hidupku

ahh, sudahlah...
kini kau terbanglah
terbang yang tinggi, aku melepasmu
lekas... kepakkan sayapmu

karena kau pun harus tau
hidup akan tetap berwarna dan selalu baru
meski aku tak lagi menggenggam jemari kecilmu

aku titip doa untukmu ya...
bagaimanapun kau pernah ada
mengisi sebelah bagian hatiku
dengan cintamu

terima kasih untuk setiap tetes air mata
yang sering tanpa sadar
meleleh dari kedua mata indah itu
aku menghargai semuanya

sekarang aku abadikan sosokmu
di suatu tempat dalam hatiku
takkan kulupa
namun tak jua ingin membuka

biar engkau tetap jadi cerita,
penawar rindu dan duka...
oh, ya..
aku juga tidak perlu ijin kan
untuk mengingatmu kapan-kapan?

terbang... dan terus terbang
masih banyak hati
yang menunggu untuk kau bagi
dengan cintamu.
Tuhan masih menyayangimu
dan akan tetap seperti itu

terima kasih cinta,
karena denganmu aku pernah merasa bahagia...




*****
Edutria, 190510 - 04.44am
time to move on....

Musik ini yang berbicara...

biarkan musik ini berbicara, pengganti hati yang tak mengucap sepatah kata. kau pun akan tahu betapa aku bahagia karenamu...
tidak. bukan lirik yang indah, hanya seperti melodi dlm sebuah simfoni yg mengena relung jiwa. inilah aku dengan cinta yang sederhana...

Edutria | disebuah pagi hari sabtu...

Akhir dari Cerita

Bintang yang kutunjuk cahayanya berubah kelam
hancur jatuh berantakan.
padahal belum sempat kusampaikan sajak cinta untuknya

dan ditaman langit pun seolah suram
petang pun tak benderang
membuat hatiku kian temaram

bintang hati ini telah lebur terganti
namun tiada arti.
sajak ini suram tak ada titik terang
atau membuatku berteman

mungkin inikah akhir cinta
di kala malam berhias sinar purnama
menyatu dalam angin mengalun pilu?

purnama itu terluka
bercucuran airmata ditahan senyum sayup
merekat dengan cinta
dalam pertemuan di iringi sepatah kata

"ini yang terbaik", bisikmu
seolah panah melesat menerobos
dinding hati yang tengah terluka...

hingga akhirnya daun menari sendu,
angin melantun pilu.
perpisahan memang harus tercipta

kembali malam merapat pulang,
di tengah sesal jalanku kini terkikis kelam...


***
Jogjakarta, hanya kita yang tahu

***********************
ditulis bersambung dalam 140 karakter di akun twitter @edutria

Pagi hariku di terminal Jogja...

tak pernah cukup kata yang sanggup melukiskan hatiku,
aku bahagia, boleh mereguk manis cinta
sekali lagi dengannya dalam ruang dan waktu
tanpa terpisah oleh jarak dan ribuan penantian
siang dan malam...

Edutria | Jogjakarta, 140310 - pagi hari disebuah ruang tunggu terminal Giwangan

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
..
Sapardi Djoko Damono | Aku Ingin

Jogjakarta, 150310

tak pernah cukup kata untuk membungkus keindahan yang ada pada dirimu. segalanya baik dan kekurangan melebur jadi satu, menciptakan suatu imaji untuk kulihat sebagai keindahan yang lain. kau terlelap dan hanyut dalam tidurmu, di sandarkan pada bahuku yang sanggup menopang beban tubuhmu. hampir tidak kulihat kepayahan yang ada di hatimu. aku tahu hari itu adalah hari yang berat untukku dan juga untukmu… hanya ada damai dan senyum dalam lelap tidur, juga mimpi indahmu….
Edutria | Jogjakarta, 150310 - suatu sore dibawah rintik hujan dalam sebuah perjalanan

Kembang Api

Taman kota dan lalu lalang pekerja ibukota selepas jam kerja. Dia senang sekali mengamati manusia-manusia yang melintas di depannya. Suara k...